MIU Login

Daftar Tajuk Rencana

Kekerasan Siber Berbasis Gender: Dari Body Shaming hingga Doxxing Aktivis Perempuan

Oleh: Dhafa Afriandito Di era digital, perempuan bukan hanya menghadapi diskriminasi dan kekerasan di ruang fisik, tetapi juga dalam ruang maya yang seharusnya demokratis dan terbuka. Kekerasan siber berbasis gender (gender-based cyber violence) adalah bentuk kekerasan yang menggunakan teknologi digital untuk melukai, mengintimidasi, atau melecehkan seseorang berdasarkan gendernya. Salah satu

Negara Memotong Anggaran, Siapa yang Melindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan?

Oleh: Divisi Multimedia Tim Ganti Status 2024-2025 Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia adalah masalah yang tak kunjung usai. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2023, tercatat lebih dari 15.000 laporan kekerasan terhadap anak

AYAH HEBAT, ANAK KUAT!!

Oleh: Satgas Universitas Tim Kamu Aman 2024-2025 Seringkali terdengar bahwa ayah merupakan tameng yang menjadi pelindung keluarga. Namun, bagaimana jika ternyata perlindungan itu tidak hanya persoalan fisik, melainkan juga tentang melindungi anak dari bias gender dan kekerasan sejak dini? Tak sedikit kekerasan seksual dan bullying terjadi di lingkungan rumah, sekolah

Kata Siapa Cowok Ga Boleh Nangis?

Oleh: Asyifa Rahmani A “Cowok ga boleh nangis”, “Nangis itu tandanya lemah”, “Cowok harus kuat, ga boleh cengeng”, seringkali kita mendengar kata-kata itu dalam percakapan sehari-hari atau bahkan dalam banyak nasihat yang diberikan orang lain. Kalimat ini terdengar sepele, bahkan dianggap sebagai “motivasi”. Namun di balik itu, terdapat tekanan sosial

Indonesia Darurat Predator Seksual: Ancaman Kekerasan Seksual Tak Pandang Bulu

Oleh: Wardatul Muhibbah Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis kekerasan seksual terhadap siapa saja. Kasus-kasus tragis terus bermunculan, mencuat ke permukaan dan mengguncang kesadaran publik. Namun, ironisnya, banyak pelaku justru berasal dari kalangan yang dihormati. Mereka berlindung di balik status sosial dan sistem hukum yang lemah, sementara korban harus menanggung

Idul Fitri: Bukan Hanya Momentum Memaafkan Orang Lain Namun Juga Momentum untuk Memaafkan Diri Sendiri

Oleh Azhara Romadhona Idul Fitri bukan sekadar perayaan setelah sebulan berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah momen kemenangan spiritual, di mana setiap Muslim kembali kepada fitrah, yakni kembali dalam keadaan suci dan bersih dari dosa. Salah satu konsep penting yang bisa kita renungkan pada hari yang suci ini adalah

Beyond MeToo: Membangun Dunia yang Lebih Aman untuk Anak Perempuan

Oleh: Wardatul Mukhibbah Gerakan Beyond MeToo telah mengungkap pengalaman pahit jutaan perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual. Namun, di balik perhatian terhadap perempuan dewasa, terdapat kelompok yang lebih rentan dan sering diabaikan, yaitu anak perempuan. Kekerasan seksual terhadap anak perempuan merupakan masalah kompleks yang berakar pada struktur sosial, budaya, dan

Pendidikan Seksual dan Peranannya dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Anak

Oleh: Adi Hafidz Wahyu Nugroho Bangsa kita hari ini disibukkan dalam prosesi menyiapkan generasi emas 2045, dimana indonesia mendapatkan bonus demografi yaitu kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia non produktif. Hal ini menyebabkan seluruh instrumen negara tanpa terkecuali khususnya pendidikan saling bahu membahu bekerja keras

Perempuan Bukan Pabrik : Bagaimana Dampak Kasus Perdagangan Sel Telur Manusia terhadap Kehidupan Korban?

Oleh: Keysha Alea dan Ziskino Qurota A’yun Perempuan menjadi alat perdagangan? Ratusan perempuan dijadikan ternak sel telur untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga? Seperti mesin yang terus dipaksa, lantas dimana letak keberhargaan perempuan? Mengapa pasar gelap ini dapat terjadi? Maraknya eksploitasi perempuan saat ini kembali menjadi bahan pembahasan karena menunjukkan adanya penyelewengan

Gender dan Persepsi “Kabur Aja Dulu” : Wanita Lebih Enggan #Kabur Aja Dulu ?

Oleh: Azhara Romadhona dan Daffa Afriandito Di era digitalisasi yang semakin berkembang, berbagai informasi semakin mudah untuk didapat dan diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya fenomena ungkapan bertajuk tagline #KaburAjaDulu yang semakin populer di kalangan anak muda, terutama pengguna platform media sosial seperti X (dulu Twitter), Instagram hingga Tiktok.