MIU Login

Perempuan Sebagai Pionir Ecofinism

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA)  menggelar pengajian rutinan dengan tema “Konservasi Lingkungan Demi Ketahanan Keluarga.”  dengan menghadirkan narasumber khusus, yaitu Zaimatus Sa’diyah, Lc., MA, yang saat ini sedang menyelesaikan program studi doktornya di Belanda. Acara ini dipandu oleh Erik S. Rahmawati, MA, dan dihadiri oleh para dosen-dosen perempuan dan mahasiswi.

Pada pengajian ini, narasumber Zaimatus Sa’diyah membahas isu-isu lingkungan dengan pendekatan ecofeminism. Ecofeminism: Menyatukan Alam dan Gender

Ecofeminisme adalah gerakan sosial dan lingkungan yang kuat dan beragam yang menyatukan keprihatinan feminisme dan lingkungan. Pandangan ini mengakui keterkaitan penindasan perempuan dan degradasi lingkungan, menawarkan sudut pandang unik untuk melihat dan mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi dunia kita saat ini.

Pada intinya, ecofeminisme mengakui bahwa baik perempuan maupun alam secara historis telah dikuasai oleh sistem patriarki. Pandangan ini menyoroti paralel antara objektifikasi, eksploitasi, dan depresiasi perempuan dan eksploitasi alam. Ia berargumen bahwa pola pikir penindasan yang sama yang telah menyebabkan ketidaksetaraan gender juga telah berkontribusi pada degradasi planet kita. Berikut adalah beberapa aspek penting dari ecofeminisme:

1. Penindasan Ganda: Ecofeminisme mengakui bahwa perempuan sering kali menanggung beban krisis lingkungan dan bencana alam. Penyisihan perempuan, terutama dalam masyarakat yang terpinggirkan, memperparah kerentanannya dalam situasi-situasi ini. Dengan mengatasi ketidaksetaraan gender dan masalah lingkungan secara bersamaan, ecofeminisme berupaya menciptakan dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

2. Memahami Kembali yang Feminin: Ecofeminisme mendorong untuk memahami ulang kualitas dan atribut yang secara tradisional dianggap feminin, seperti pemeliharaan, kerjasama, dan empati. Atribut-atribut ini dipandang sebagai penting dalam mempromosikan hubungan yang lebih harmonis dengan alam. Dengan merangkul nilai-nilai yang dianggap feminin, ecofeminisme bertujuan untuk menjauh dari dominasi dan eksploitasi terhadap perempuan dan alam.

3. Kebijaksanaan Lokal dan Pengetahuan Pribumi: Banyak ecofeminis menekankan pentingnya pengetahuan pribumi dan kebijaksanaan masyarakat setempat. Budaya pribumi sering mempertahankan hubungan mendalam dengan alam dan cara hidup yang seimbang dan berkelanjutan. Ecofeminisme berusaha menghormati dan belajar dari tradisi-tradisi ini, mempromosikan pendekatan holistik terhadap masalah-masalah lingkungan.

4. Eko-Aktivisme: Ecofeminis aktif dalam berbagai gerakan lingkungan dan feminisme, bekerja menuju keberlanjutan ekologi dan kesetaraan gender. Mereka mengakui bahwa dua tujuan ini saling terkait dan bahwa pencapaian salah satunya tanpa yang lainnya adalah tidak lengkap.

5. Kritik terhadap Kapitalisme dan Patriarki: Ecofeminisme mengkritik sistem kapitalisme dan patriarki karena peran mereka dalam mempertahankan eksploitasi perempuan dan alam. Ia menyerukan struktur ekonomi dan sosial yang lebih adil dan bertanggung jawab secara ekologis.

6. Eko-Spiritualitas: Beberapa ecofeminis mengeksplorasi dimensi spiritual dalam hubungan kita dengan alam. Mereka berargumen bahwa spiritualitas dapat memberikan dasar bagi hubungan yang lebih seimbang dan menghormati dengan alam.

Untuk menerapkan ecofeminism, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama-tama, kita dapat memulai dari diri sendiri dengan tindakan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi perilaku konsumtif yang berlebihan. Hal ini juga dapat dianggap sebagai bentuk “Jihad Lingkungan,” di mana dosa dapat diartikan sebagai perilaku yang merusak alam.

Sebagai penutup, narasumber mengingatkan bahwa “Jihad Lingkungan” dapat dimulai dari diri kita sendiri, dengan harapan bahwa kita dapat memperbaiki hubungan kita dengan alam. Pengajian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya peran perempuan dalam konservasi lingkungan demi ketahanan keluarga.

Sebagai kesimpulan, ecofeminisme adalah gerakan yang dinamis dan berkembang yang menantang status quo dan menawarkan perspektif unik mengenai pertemuan isu-isu gender dan lingkungan. Dengan mengakui keterkaitan penindasan perempuan dan eksploitasi alam, ecofeminisme berusaha menciptakan dunia yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan untuk semua. Ia mendorong pemahaman ulang nilai dan prioritas kita, menginspirasi kita untuk merangkul hubungan yang harmonis dengan sesama dan dunia alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait