Oleh: Farah Nur Aulia Sudah 2025, tapi kita masih hidup dalam dunia yang percaya bahwa laki-laki tidak cocok mengajar anak-anak kecil. Dunia pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang paling progresif dan terbuka terhadap keragaman, justru mempertahankan logika konservatif soal siapa yang “pantas” menjadi guru di jenjang sekolah dasar. Jika kamu laki-laki
Oleh: Satgas Fakultas Tim Kamu Aman 2024-2025 Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman dan inklusif, tempat dimana setiap mahasiswa bisa belajar, berpikir kritis dan berkembang tanpa rasa takut akan gangguan apapun. Namun, realita yang terjadi adalah banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Kasus -kasus yang keji
Oleh: Asyifa Rahmani A “Cowok ga boleh nangis”, “Nangis itu tandanya lemah”, “Cowok harus kuat, ga boleh cengeng”, seringkali kita mendengar kata-kata itu dalam percakapan sehari-hari atau bahkan dalam banyak nasihat yang diberikan orang lain. Kalimat ini terdengar sepele, bahkan dianggap sebagai “motivasi”. Namun di balik itu, terdapat tekanan sosial
Oleh: Keysha Alea Kejadian yang baru-baru ini terungkap di Garut, Jawa Barat dimana kekerasan seksual terjadi pada seorang anak perempuan berusia 5 tahun oleh ayah kandung, paman, dan kakeknya, menambah catatan serius tentang perlunya penguatan perlindungan anak di Indonesia, terutama di dalam lingkungan keluarga. Kejadian ini terungkap pada Senin, 7
Baru-baru ini, saya mengikuti seminar virtual tentang gender yang menggugah pikiran. Salah satu pertanyaan peserta benar-benar membuat saya terdiam. Peserta tersebut berbagi pengalaman bahwa banyak temannya yang, setelah mencapai usia yang cukup matang untuk menikah, ternyata kesulitan dalam memainkan peran sebagai seorang istri. Pertanyaannya mencuatkan ingatan saya akan wawancara dengan